PARAMETER, Jakarta – Diawal Tahun 2026, Media ini menindak lanjuti penulisan investigasi terkait salah seorang Germo Kawakan Berinidial AC. Dalam tulisan ini, akan dipaparkan mengenai upaya konfirmasi yang dilakukan Tim terhadap Germo AC.
Hal ini dilakukan guna memenuhi aturan penulisan sebuah berita sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Yang antara lain isinya mewajibakan setiap wartawan dalam penulisan berita harus melakukan “Cek and Balance”.
Pada Sabtu (3/01/2026), Media ini menyambangi salah satu Mess atau tempat penampungan “Cabe-Cabean” Germo AC di bilangan, kelurahan Taman Sari, kec. Taman Sari, Jakarta Barat (Tak Jauh dari Eks Diskotik Stadium).
Namun, oleh salah seorang Pria paruh baya yang mengaku sebagai salah seorang dari penghuni Mess tersebut, menjelaskan bahwa, Germo AC tidak berada di tempat.“Beliau sedang keluar kota. Beliau kemungkinan cukup lama di luar kota. Urusan pekerjaan. Bisa sampai 5 hari atau bisa lebih,”ujar pria paruh baya yang tidak mau namanya ditulis.
Selain itu, pria paruh baya yang diduga kuat adalah, salah seorang karyawan Germo kawakan AC menegaskan, bahwa “Bos”nya juga jarang mampir ke Mess tempatnya. Dengan alasan Germo AC memprioritaskan pekerjaan lain.
Pantauan Media ini di Mess atau Penampungan “Cabe-Cabean” dari Germo Kawakan berinisial AC ini, tampak sebuah bangunan berupa Rumah toko (Ruko) dengan ukuran yang lumayan besar (500M persegi). Selain deretan kamar yang jumlahnya capai puluhan, di bagian depan Ruko ad teras yang cukup luas.
Mess ini juga dilengkapi dengan ruangan untuk salon kecantikan. Salon ini berada di bagian kiri Ruko jika menghadap Jalan. Ruangan untuk salon ini bisa menampung tiga orang untuk dihias atau di make-up.
Kuat dugaan tempat atau ruangan salon ini dijadikan sebagai tempat para “Cabe-cabean” di make-up sebelum dipasok ke sejumlah tempat atau hotel untuk dieksekusi para pria hidung belang.
Ketika media ini mendesak pria paruh baya soal waktu untuk bisa bertemu langsung dengan Germo AC, Pria paruh baya mengaku tidak dapat memberikan jawaban yang pasti.
Namun, yang bersangkutan yang didampingi dua orang pria lain serta seorang wanita itu, meminta media ini untuk meninggalkan nomor ponsel yang bisa dihubungi.“Pokoknya saya tidak bisa memastikan beliau akan ada di sini dan bisa ketemu anda. Beliau juga jarang mampir ke sini. Gini aja, bapak tinggalin aja nomor telepon bapak yang bisa dihubungi. Nanti akan saya sampaikan ke beliau,”pungkas pria paruh baya tersebut. (Bersambung)


