Rabu, April 1, 2026
Google search engine
BerandaEntertainmentEdo Kondologit Gaungkan “Beta Tu Samosir”, Disaat Kunjungan Kerja Menteri PKP

Edo Kondologit Gaungkan “Beta Tu Samosir”, Disaat Kunjungan Kerja Menteri PKP

PARAMETERTODAY.COM, Samosir — Kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, ke Kabupaten Samosir pada Rabu (25/3/2026) berlangsung istimewa dan penuh warna. Kehadiran artis nasional asal Papua, Edo Kondologit, menjadi magnet yang menyatukan nuansa budaya, hiburan, dan semangat pembangunan dalam satu kebersamaan.

Tak sekadar mendampingi, Edo tampil membaur hangat dengan masyarakat. Di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, ia membawakan lagu Batak berjudul “Poda”. Suara khasnya langsung mengalun di tengah perkampungan, disambut antusias warga yang larut dalam suasana haru sekaligus bangga akan kekayaan budaya lokal.

Momen berlanjut di tepian Danau Toba, saat rombongan Menteri PKP meninjau pengolahan eceng gondok. Di lokasi ini, Edo kembali memukau dengan lagu “Pulau Samosir”. yang dinyanyikan secara bersama para pekerja eceng gondok, menteri PKP dan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom. Perpaduan panorama alam yang memikat dan menciptakan pengalaman yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mempererat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Kunjungan ini turut membawa kabar baik bagi warga. Pemerintah pusat melalui Kementerian PKP akan mengalokasikan 556 unit program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah pada tahun anggaran 2026. Dari jumlah tersebut, 56 unit dikhususkan untuk renovasi rumah adat Batak, sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Selain itu, program penanganan kawasan kumuh seluas 41,80 hektare juga akan dilaksanakan, meliputi:

Desa Tomok seluas 29,86 hektare (12 perkampungan)

Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare (13 perkampungan)

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas permukiman sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata kawasan Danau Toba.

Dalam vlog yang direkam kreator lokal sekaligus jurnalis deliksumut.com, Samsir Sitanggang, Edo menyampaikan harapannya:

“Saya datang ke sini untuk mendampingi Pak Maruarar Sirait. Kita mau merenovasi rumah supaya pemukiman masyarakat Samosir semakin bagus, semakin indah, supaya pariwisata semakin maju, ekonomi bertumbuh, masyarakat Samosir jadi makmur, sejahtera, dan sukses semuanya.”

Di penghujung vlog, Samsir mengajak Edo menggaungkan slogan “Beta Tu Samosir”. Seruan ini bukan sekadar kata, melainkan semangat promosi yang mengajak masyarakat luas untuk datang menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya Batak. Vlog tersebut diunggah melalui akun TikTok Beta Tu Samosir, memperluas gaung promosi hingga ke ranah digital.

Saat berbincang bersama di sela sela liputan Ia menegaskan komitmennya dalam mempromosikan Samosir:

“Akun TikTok itu saya beri nama Beta Tu Samosir sebagai bentuk dukungan membantu pemerintah kabupaten mempromosikan wisata Samosir. Saya juga sering membawa wisatawan dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Aceh, hingga Bali.

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal Samosir, padahal daerah ini sudah mendunia. Karena itu, saya konsisten membuat konten—mulai dari objek wisata, suasana desa, hingga kuliner khas. Walau hanya pakai HP sederhana, semangat saya tidak kalah. Yang penting terus mempromosikan Samosir.”

Ia juga menilai kepemimpinan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk telah membawa dampak nyata, terutama pada pembangunan infrastruktur jalan, sektor pariwisata, serta pertanian. Sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat dinilai berhasil menghadirkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga pompa tenaga surya untuk membantu petani menghadapi musim kemarau.

Namun demikian, ia menyoroti belum meratanya geliat pariwisata di seluruh wilayah. Beberapa kecamatan seperti Palipi, Nainggolan, dan Onan Runggu masih relatif sepi pengunjung, meski telah memiliki objek wisata yang dibangun dengan anggaran besar.

Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah ke depan, agar pembangunan pariwisata tidak hanya terpusat, melainkan merata hingga seluruh kecamatan. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Samosir.

Gaung “Beta Tu Samosir” yang disuarakan Edo Kondologit dan para pegiat lokal pun menjadi simbol harapan—bahwa Samosir bukan hanya destinasi indah, tetapi juga ruang kolaborasi antara budaya, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. (Uji)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments