PARAMETERTODAY.COM, JAKARTA – Polri menemukan sedikitnya 21 pengawas yang berjaga di sepanjang akses menuju lokasi utama transaksi sabu di Blok F Gang Langgar.
Para pengawas tersebut dilengkapi alat komunikasi berupa HT untuk memantau situasi dan mengarahkan pembeli yang datang ke lokasi.
“Pada sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang handy talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F,” ungkap Eko Hadi.
Keberadaan sistem pengamanan tersebut membuat aktivitas peredaran narkoba di kawasan itu berlangsung cukup lama dan sulit disentuh aparat. Namun, hasil penyelidikan mendalam akhirnya mengungkap keterlibatan sejumlah pihak, termasuk oknum anggota kepolisian.
Digelandang ke Jakarta.
Setelah resmi dipecat dari kesatuannya, Dedy langsung dibawa ke Gedung Bareskrim Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Saat tiba di lokasi pada Jumat sore, ia tampak mengenakan kemeja bermotif bunga berwarna biru dengan kedua jempol tangan diborgol.
Mantan personel Brimob tersebut tidak memberikan pernyataan kepada awak media. Ia hanya mengangguk saat namanya dipanggil sebelum memasuki ruang pemeriksaan.
Kini, status Dedy telah berubah dari anggota Polri menjadi tahanan narkotika. Penyidik masih terus mendalami perannya dalam jaringan narkoba Gang Langgar serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam operasi peredaran narkoba yang selama ini berlangsung di kawasan tersebut. (Baho/Bes)


