PARAMETERTODAY.COM, Samosir -Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional memulai pendalaman kajian pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus KEK Danau Toba. Pembahasan digelar di Lobby Lantai II Kantor Bupati Samosir, Senin 14/09/2026.
Hadir dalam pertemuan Manager BI Sumut Yulian Zifar Ayustira, Peneliti BRIN Maxenius T. Sambodo, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, serta Kepala DPMPTSP Pilippi Simarmata.
Kajian ini bertujuan mendorong peningkatan investasi dan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Danau Toba melalui integrasi potensi pariwisata, budaya, pendidikan, kesehatan, dan sektor ekonomi lainnya secara berkelanjutan.

โTidak Bisa Jalan Sendiriโ
Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak mengapresiasi langkah BI dan BRIN. Ia menegaskan pengembangan Danau Toba harus dilakukan bersama, bukan parsial per kabupaten.
โBicara Danau Toba tidak bisa hanya Samosir. Kita perlu menyatukan persepsi dan menyepakati kebijakan bersama dengan kabupaten-kabupaten di kawasan Danau Toba,โ ujar Marudut.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem Danau Toba, termasuk pendataan dan pelestarian sumber mata air sebagai fondasi pengembangan kawasan.
โPada prinsipnya kami mendukung. Terima kasih atas pemikiran dan ide yang diberikan. Apa yang masih perlu diperbaiki ke depan, mari kita kerjakan bersama,โ lanjutnya.
Asisten II Hotraja Sitanggang menambahkan, penguatan aksesibilitas menjadi prioritas. Konektivitas penyeberangan dan transportasi dinilai krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Model Ekosistem Terintegrasi
Dalam paparannya, Peneliti BRIN Maxenius T. Sambodo menyampaikan materi โOptimalisasi Data Dukung Kawasan untuk Pengembangan Investasi Danau Toba yang Berkelanjutanโ.
Menurutnya, KEK harus diarahkan pada terbentuknya ekosistem kawasan yang saling terhubung. Tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba perlu menguatkan aset strategis masing-masing agar tidak tumpang tindih.
โRiset ini akan terus diperkuat. Mudah-mudahan dari riset ini kita dapat membangun kembali semangat kawasan Danau Toba menjadi satu ekosistem,โ kata Maxenius.
BRIN dalam kajian awal mengidentifikasi empat pendekatan: pemulihan ekosistem, penguatan rantai nilai antarkabupaten, kelembagaan layanan satu pintu, dan skema pendanaan terpadu.
Dampak Langsung ke Masyarakat
Pemkab Samosir menyatakan kesiapan menjadi salah satu simpul pengembangan ekonomi kawasan. KEK diharapkan tidak hanya menarik investasi, tetapi juga berdampak langsung ke warga.
Beberapa target yang didorong Pemkab:
- Penguatan local procurement dan pengembangan pemasok lokal
- Peningkatan keterampilan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri
- Pembiayaan UMKM dan digitalisasi transaksi
- Penciptaan lapangan kerja dan perluasan peluang usaha
Pemkab juga mendorong agar KEK selaras dengan RPJPD 2025โ2045 dan menjadi bagian dari transformasi pembangunan jangka panjang Danau Toba.
Dari sisi pariwisata, Samosir memiliki 62 desa wisata dengan 15 di antaranya berstatus mandiri. Ke depan pengembangan difokuskan pada atraksi terjadwal, integrasi destinasi berbasis pengalaman, dan peningkatan SDM pariwisata.
Tantangan seperti status lahan dan sempadan Danau Toba juga menjadi catatan penting dalam proses perizinan dan investasi.
Melalui Bapperida, Dinas Pariwisata, dan DPMPTSP, Pemkab Samosir berharap kajian KEK Danau Toba menghasilkan konsep yang realistis, terintegrasi, dan memberi manfaat luas bagi seluruh masyarakat kawasan. (Uji)


