PARAMETERTODAY.COM, Ronggurnihuta -Di tengah musim penghujan, warga Desa Ronggurnihuta, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, memilih bergerak. Mereka bergotong-royong menutup dan memperbaiki jalur air Embung Rasamala yang selama ini mengalir terus-menerus tanpa terbendung.
Aksi inisiatif petani ini dipimpin langsung Kepala Desa Ronggurnihuta, Jonner Hasoloan Naibaho, pada Sabtu (24/10/2026).
Dengan peralatan seadanya โ cangkul, karung berisi tanah dan batu โ warga menutup kebocoran agar air hujan dapat tertampung maksimal di embung.
Harapan Untuk 50 Hektar Sawah
Embung Rasamala bukan embung biasa. Embung ini menjadi urat nadi bagi persawahan Langge-langge dan Tobangan seluas kurang lebih 50 Hektar yang dikelola oleh 110 Kepala Keluarga.

“Kalau air tidak ditampung sekarang, nanti saat musim tanam tiba kita kekurangan air. Padahal sekarang sudah waktunya mengolah sawah,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Di tengah cuaca yang sedang musim penghujan, warga berharap penutupan jalur air ini mampu membendung sekaligus menyimpan cadangan air yang nantinya menjadi penyangga utama untuk musim tanam padi.
Minta Pintu Air Dibangun
Warga lainnya, Parlindungan Sitanggang, menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Samosir.
Ia meminta agar Pemkab Samosir memberi perhatian serius untuk perbaikan permanen Embung Rasamala, termasuk pembangunan pintu air.

“Selama ini air mengalir terus tanpa kontrol. Kalau ada pintu air, penggunaan air bisa kita atur, tidak terbuang sia-sia. Kami butuh itu,” kata Parlindungan.
Ia menegaskan, Sawah Langge-langge dan Tobangan adalah lumbung padi warga sejak zaman kakek-nenek.
“Sawah ini lumbung padi kami sejak dari zaman kakek-nenek kami hingga generasi kami sekarang. Kami tidak mau lumbung ini mati hanya karena embung tidak diurus,” pungkasnya.
Warga berharap, semangat gotong-royong yang mereka tunjukkan hari ini mendapat sambutan dari pemerintah. Embung Rasamala yang baik berarti ketahanan pangan 110 KK di Ronggurnihuta tetap terjaga. (Uji)


