Senin, September 28, 2026
Google search engine
More
    BerandaNusantaraRibuan Peserta Meriahkan TCCF 2026, Samosir Tegaskan Diri Sebagai Panggung Budaya Dunia

    Ribuan Peserta Meriahkan TCCF 2026, Samosir Tegaskan Diri Sebagai Panggung Budaya Dunia

    PARAMETERTODAY.COM, Samosir –Kabupaten Samosir sukses menjadi tuan rumah Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026. Rangkaian festival selama empat hari yang dipusatkan di Water Front City (WFC) Pangururan ditutup pada Minggu (27/9/2026).

    Agenda utama festival, Samosir International Choir Competition (SICC) 2026, diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Selain berkompetisi, para peserta juga menikmati kekayaan alam dan budaya Batak di Danau Toba.

    Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengapresiasi dukungan Menteri Ekonomi Kreatif, Pemprov Sumut, panitia, dan seluruh peserta.

    “Selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, awal peradaban bangsa Batak. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini sukses,” ujar Vandiko.

    Ia menjelaskan, Samosir memiliki 9 kecamatan, 127 desa dan 6 kelurahan dengan penduduk sekitar 145 ribu jiwa. Kekuatan Samosir, kata Vandiko, tidak hanya pada alamnya, tetapi juga pada budaya Batak yang berakar dari Gunung Pusuk Buhit sebagai asal-usul orang Batak.

    Vandiko mengajak peserta mengunjungi Pusuk Buhit untuk mengenal lebih dalam peradaban Batak. Ia juga berharap festival dapat kembali digelar di Samosir dan meminta dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk pengembangan Dewan Kesenian serta 63 komunitas dan sanggar seni di Samosir yang telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif subsektor seni pertunjukan.

    Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai Samosir dan Sumut memiliki banyak talenta ekonomi kreatif yang potensial hingga tingkat internasional. Menurutnya, event seperti SICC memberikan dampak ekonomi berganda bagi UMKM, kuliner, akomodasi, dan transportasi.

    “Event ini memberikan multiplier effect ekonomi dan mengangkat nama Samosir semakin dikenal, tidak hanya secara nasional tetapi juga di dunia,” kata Teuku Riefky.

    Ia menegaskan Danau Toba dengan status UNESCO Global Geopark memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sumut, lanjutnya, telah ditetapkan sebagai satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif.

    “Biarkan dunia mengenal Danau Toba dari alamnya, merasakan Toba dari kreativitasnya dan mendengar Toba dari karya serta suara anak-anaknya,” ujarnya.

    Penutupan festival dimeriahkan pertunjukan budaya Batak, penampilan seruling massal SMP Negeri 1 Pangururan, dan lagu O Tano Batak oleh Maria Calista. Acara ditutup dengan penyerahan piagam, medali, dan piala pemenang SICC 2026, serta yel-yel bersama “From Toba to the World – Gema Toba.”

    Bupati Samosir bersama Ketua DPRD Nasip Simbolon dan Forkopimda menyerahkan ulos sebagai tanda penghormatan kepada Menteri Ekonomi Kreatif dan perwakilan Pemprov Sumut.

    Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menyebut ulos sebagai simbol cinta dan penghormatan masyarakat Samosir.

    Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut, Terang Dewi Susantri Ujung, mewakili Gubernur Sumut, menilai festival memperkuat identitas budaya dan posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berkelanjutan.

    Rangkaian festival juga diisi penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan nila sebagai wujud kepedulian lingkungan Danau Toba.

    Ketua Steering Committee TCCF, Mora Nasution, berharap SICC terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta. Ke depan, TCCF akan menyentuh subsektor ekonomi kreatif lainnya untuk menumbuhkan kreativitas generasi muda daerah. (Uji)

    RELATED ARTICLES

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -
    Google search engine

    Most Popular

    Recent Comments