Jumat, September 25, 2026
Google search engine
More
    BerandaNusantaraTagading Menggema, Toba Caldera Culture Festival 2026 Resmi Bergulir di Samosir

    Tagading Menggema, Toba Caldera Culture Festival 2026 Resmi Bergulir di Samosir

    PARAMETERTODAY.COM, Samosir -Toba Caldera Culture Festival 2026 resmi dimulai di Water Front City (WFC) Pangururan, Kamis (24/9/2026). Pembukaan ditandai pemukulan tagading, alat musik tradisional Batak, oleh Sekdakab Samosir bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut.

    Suasana pembukaan semakin meriah dengan atraksi air menari, ikon pariwisata Samosir, yang disuguhkan khusus untuk menyambut dewan juri Samosir International Choir Competition (SICC).

    Sebagai bentuk penghormatan, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kadisbudparekraf Sumut menyematkan ulos kepada para juri nasional dan internasional.

    Festival yang memadukan seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif ini menghadirkan SICC sebagai agenda utama. Kompetisi berlangsung 24-27 September 2026 di Hotel Marianna dan diikuti 33 kelompok paduan suara dengan 58 penampilan serta 70 peserta vokal solo. Total peserta dan ofisial diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

    Bupati Samosir Vandiko T. Gultom melalui Sekdakab Marudut Tua Sitinjak menyampaikan selamat datang kepada seluruh juri dan peserta.

    “Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, kami ucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, titik awal peradaban orang Batak,” ujar Marudut.

    Marudut mengapresiasi kepercayaan menjadikan Samosir sebagai tuan rumah SICC untuk pertama kalinya. Menurutnya, event ini sejalan dengan misi Pemkab Samosir memantapkan kemandirian ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dan pariwisata.

    “Event yang keren dan berkualitas seperti ini akan menambah minat wisatawan dan length of stay di Samosir. Kami berharap menjadi event tetap,” katanya.

    Sementara Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kadisbudparekraf Sumut Dewi Susantri Ujung menyebut SICC menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba ke tingkat nasional dan internasional.

    “Danau Toba bukan hanya bentang alam yang indah. Di balik setiap alunan gondang, setiap helai ulos, tersimpan identitas yang menjadi kekuatan Sumatera Utara,” kata Dewi.

    Ia menegaskan pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas destinasi.

    Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan menjelaskan kompetisi terbagi dalam beberapa kategori dan diharapkan mendapat dukungan penuh masyarakat.

    Pembukaan turut dihadiri Presiden Direktur SICC Rios Sabar Andriano Tampubolon, Anggota DPRD Samosir Renaldi Naibaho, Forkopimda, pimpinan OPD Pemkab Samosir serta dewan juri.

    Juri internasional yang hadir antara lain Marcus Lee (Singapura), Jurgis Cabulis (Latvia), Susanna Saw (Malaysia) dan Prof. Mark Anthony Carpio (Filipina). Juri nasional di antaranya Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak dan Maria Calista.

    Melalui festival ini, Samosir diharapkan semakin menguatkan posisinya sebagai ruang perjumpaan seni, budaya, dan pariwisata kelas dunia. (Uji)

    RELATED ARTICLES

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -
    Google search engine

    Most Popular

    Recent Comments