Jumat, April 17, 2026
Google search engine
BerandaHukumInilah Modus Baru Mafia BBM jenis Solar Bersubsidi

Inilah Modus Baru Mafia BBM jenis Solar Bersubsidi

PARAMETERTODAY, Jakarta โ€“ Mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi menggunakan modus baru agar, terhindar dari endusan aparat keamanan. Salah seorang Mafia BBM jenis Solar yang diduga kuat oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggunakan modus baru dalam aksinya agar sulit diendus aparat keamanan.

Modus baru yang digunakan Mafia BBM jenis solar bersubsidi jenis itu, yaitu menggunakan mobil atau kendaraan pribadi sebagai alat angkut Solar dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ke Mobil tangki. Mobil atau kendaraan pribadi yang digunakan, yakni, kendaraan pribadi yang masuk dalam kategori kendaraan atau mobil mewah.

Adapun mobil atau kendaraan yang digunakan para Mafia BBM jenis Solar bersubsidi adalah, mobil Mitsumishi Pajero, Toyota Fortuner dan Toyota Innova. Namun, Tangki BBM dari setiap mobil tersebut dimodifikasi, agar dapat menampung BBM jenis Solar ratusan liter saat melakukan pengisian BBM di SPBU. Kemudian, setiap Kendaraan menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) palsu yang sewaktu waktu bisa diganti ganti sesuai kebutuhan.

Hal itu diungkapkan oleh Narasumber terpercaya kepada media ini beberapa waktu lalu. Menurut Narasumber, Mafia BBM jenis Solar bersubsidi menggunakan modus baru bertujuan, agar leluasa dan sulit diendus oleh aparat keamanan. Modus lama dengan menggunakan mobil box Colt Diesel sudah usang dan sangat mudah diciri aparat keamanan.

Selain itu lanjut Narasumber terpercaya, Modus baru para Mafia BBM jenis Solar bersubsidi dalam melaksanakan aksi kejahatannya tidak lagi melakukan penampungan akan BBM jenis Solar bersubsidi tersebut. Namun, langsung dipindahkan ke mobil tangki dan langsung diangkut.

Segala kegiatan terkait aksi kejahatan dilakukan pada tengah malam hingga Jelang Subuh. Kegiatan dimulai dari Pukul 24.00 Wib hingga Subuh. Para Mafia Solar membekali para Sopir uang dengan nominal mencapai puluhan juta Rupiah untuk membeli Solar di SPBU-SPBU terdekat.

Kemudian mereka bergerak menuju SPBU terdekat dan sepi konsumen untuk melakukan pembelian dengan harga subsidi. Para Sopir Mengisi menggunakan barkot sesuai dengan TNKB. Bahkan jumlah BBM jenis Solar yang diisi juga sesuai dengan Kapasitas atau sesuai jumlah yang telah ditentukan.

Dengan modus baru ini, tidak ada yang menaruh curiga. Karena, mereka yang dalam hal ini para Sopir yang bekerja pada Mafia BBM jenis Solar bersubsidi tersebut, melakukan pengisian BBM sesuai aturan yang berlaku. Yaitu, mengisi BBM sesuai aturan pertamina dan jumlah BBM yang diisi juga sesuai dengan jenis kendaraan sebagaimana yang ditetapkan Pemerintah.

โ€œ Tapi, para Sopir ini bisa melakukan pengisian kembali dengan dengan kapasitas yang sesuai jenis mobil di SPBU terdekat. Dengan cara, terlebih dahulu mengganti plat nomor kendaraan. Atau mereka menggunakan plat nomor yang berbeda dengan plat nomor sebelumnya. Tentunya dengan menggunakan barkot yang sesui dengan plat nomor yang baru diganti itu,โ€ungkap Narasumber.

Jadi lanjut Narasumber mengungkapkan, setiap sopir memiliki lebih dari satu Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Nomor polisi. Demikian halnya dengan Barkotnya. Barkotnya selalu lebih dari satu dan harus sesuai dengan dengan nomor polisi yang digunakan.

Namun, kata Narasumber mengungkapkan lebih lanjut, yang tidak diketahui orang adalah, bahwa, tengki BBM dari mobil pribadi jenis Mithsubishi Pajero, Toyota Fortuner dan Toyota Innova yang digunakan oleh para Mafia itu, sudah dimodif sedemikian rupa. Sehingga mampu menampung ratusan liter BBM jenis Solar.

Setelah, melakukan pengisian BBM di SPBU dan sudah melakukan pengisian sesuai target, para Sopir tersebut segera menuju Gudang atau sebuah tempat tertutup di bilangan Marunda, Cilincing, Jakut. Di sana telah disiapkan sejumlah mobil tangki yang siap menampung solar yang diangkut oleh mobil tadi.

โ€œ Dengan gerak cepat dilakukan pemindahan dari mobil atau kendaraan pribadi ke mobil tangki. Selanjutnya, para sopir itu segera bergegas untuk melakukan pembelian Solar di SPBU-SPBU terdekat dengan menggunakan nomor polisi yang baru diganti. Kemudian setelah berhasil melakukan pengisian di SPBU, mereka segera menuju tempat atau gudang tertutup untuk kembali memindahkan isinya ke mobil tangki hingga penuh,โ€ungkap Narasumber menambahkan.

Kegiatan para Mafia BBM Jenis Solar bersubsidi dengan modus baru ini sangat sulit terendus aparat keamanan. Media ini mencoba melakukan peliputan investigasi terkait modus baru ini, pada Senin (16/02/2026) di lokasi yang dijadikan mafia sebagai tempat pemindahan muatan solar dari kendaraan pribadi ke mobil tangki di bilangan, Marunda, Cilincing, Jakut.

Tampak mobil atau kendaran pribadi jenis, Mitsbishi Pajero, Toyota Fortuner dan Toyota Innova, tampak parkir di bagian luar sebuah pergudangan. Tampak sejumlah mobil tangki berada di dalam pergudangan yang sekeliling pergudangan dipagari Seng setinggi 2 Meter pada Selasa (15/02/2026) dini hari pukul 23.45 Wib.

Para Mafia Solar jenis Solar bersubsidi sudah bersiap siap untuk beraksi. Media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pemilik tempat atau dari para sopir. Diduga kuat mereka sedang berkumpul di sebuah tempat tertutup di sekitar pergudangan. Untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan aksi Jahatnya.

Sekedar tambahan, BBM bersubsidi dengan jenis solar, dibeli dengan harga, Rp, 6.800 per liter. Dengan mutu serupa BBM jenis solar ini bisa dijual dengan harga lebih tinggi mencapai Rp, 12.000 untuk Industri. Perbedaan harga inilah celah yang dimafaatkan oleh para Mafia BBM jenis Solar bersubsi. **

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments