PARAMETERTODAY.COM, Samosir -Tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan seorang oknum anggota Buser Polres Samosir berinisial B beredar luas di tengah masyarakat Samosir. Isi percakapan tersebut memunculkan dugaan adanya pembahasan aktivitas perjudian Meja ikan dan togel, termasuk narasi mengenai setoran serta instruksi untuk menutup sementara aktivitas apabila menjadi sorotan publik.
Dalam tangkapan layar yang beredar pada akhir Juli 2026, salah satu akun menulis dalam bahasa Batak.
Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berbunyi:
“Yang jelas hati-hati saja. Ibu Kapolres sudah oke soal meja ikan-ikan ini. Tapi lakukan secara sembunyi-sembunyi, jangan terlalu menyolok.”
Percakapan kemudian berlanjut dengan pertanyaan.
“Setoran sudah aman ke Ibu Kapolres, kawan?”
Pesan dijawab :
“Semua setoran sudah dibagi, Lae. Yang jelas dari atas sampai kami Buser semuanya mendapat bagian.”
Tak lama kemudian, pengirim mengirimkan foto yang disebut sebagai meja perjudian jenis ikan-ikan.
Percakapan kembali berlanjut:
“Itu punya kita, Lae. Hanya saja yang di Pangururan masih sedikit, nanti saya tambahkan lagi setorannya.”
Balasan berikutnya juga menjadi perhatian publik:
“Oke Lae, terima kasih. Kalau viral langsung tutup dulu.”
Percakapan tersebut kemudian ditutup dengan kalimat singkat:
“Sip Komandan.”
Selain isi percakapan, pada tangkapan layar yang sama juga beredar narasi yang menyebut oknum polisi berinisial B, yang disebut bertugas di Satuan Buser Polres Samosir, diduga bekerja sama dengan seorang bandar togel berinisial JS.
Narasi tersebut juga memuat klaim adanya pengakuan warga yang menyebut sejumlah juru tulis togel (jurtul) diancam akan ditangkap apabila tidak menuliskan nomor melalui merek yang disebut dikelola oleh JS.
Hingga berita ini ditulis, Redaksi parametertoday.com belum dapat memverifikasi secara independen keaslian tangkapan layar maupun kebenaran seluruh isi percakapan yang beredar. Identitas akun pengirim dan penerima pesan juga belum dapat dipastikan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kasat Reskrim Polres Samosir, Iptu. Antonius Hutahaean, S.H., M.H. Saat dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis (23/7/2026), yang bersangkutan menjawab, “Lagi di Medan bang rapat, Senin lah ya.”
Namun hingga Senin (27/7/2026), belum ada tanggapan lanjutan atas permintaan wawancara yang diajukan awak media. Pesan WhatsApp untuk mengatur jadwal pertemuan di ruang kerjanya juga belum direspons meski telah berstatus centang dua.
Pada Senin sore (27/7/2026), setelah menerima draf berita yang akan dipublikasikan, Iptu. Antonius Hutahaean akhirnya memberikan tanggapan singkat melalui WhatsApp.
“Bapak, berita ini tidak benar,” tulisnya.
Kasat Reskrim tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bagian mana dari isi percakapan yang dibantah maupun menyampaikan klarifikasi.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang telah beredar di ruang publik serta telah diupayakan konfirmasi kepada pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
Redaksi Parametertoday.com tidak menyatakan isi percakapan tersebut sebagai fakta yang telah terbukti. Seluruh substansi masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi melalui proses yang berwenang.
Mengingat percakapan tersebut turut mencatut nama Kapolres Samosir dan memuat dugaan serius mengenai praktik perjudian serta dugaan aliran setoran, redaksi memandang penting agar dilakukan penelusuran dan penyelidikan secara profesional, transparan, dan independen demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Redaksi parametertoday.com tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Polres Samosir, Kapolres Samosir, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk menggunakan hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Uji)


