Jumat, Oktober 2, 2026
Google search engine
More
    BerandaNusantaraPembangunan SDN 20 Sipira Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

    Pembangunan SDN 20 Sipira Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

    PARAMETERTODAY.COM, Samosir –Pembangunan gedung SD Negeri 20 Sipira, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, yang dikerjakan secara swakelola, menuai sorotan. Proyek fasilitas pendidikan yang dibiayai uang publik itu dipersoalkan warga, mulai dari dugaan penggunaan material tidak sesuai spesifikasi hingga abainya standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan penggunaan semen merek lain yang bukan Semen Padang sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan tersebut.

    Sorotan tidak hanya pada material. Sejumlah pekerja di lokasi terlihat bekerja tanpa perlengkapan keselamatan kerja yang memadai, seperti helm, rompi, dan sepatu safety. Padahal, penerapan K3 merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan konstruksi yang menggunakan anggaran pemerintah.

    Kepala SD Negeri 20 Sipira saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut.

    Ia mengakui pekerja belum dilengkapi alat pelindung K3 secara lengkap. Terkait material semen, ia juga tidak menampik adanya penggunaan merek lain di awal pekerjaan.

    “Semen akan kami gunakan semen Padang, namun sudah terlanjur memakai semen sebelumnya karena supplier kami UD Palentino memfasilitasi bahan untuk kami,” ujar Kepala Sekolah.

    Pernyataan itu justru menimbulkan tanda tanya baru. Jika spesifikasi telah menetapkan Semen Padang, mengapa pekerjaan tetap dilanjutkan dengan merek lain atas alasan difasilitasi supplier? Apakah hal tersebut telah melalui persetujuan teknis dan tidak mempengaruhi mutu bangunan?

    Publik menilai, pembangunan sekolah tidak boleh dijalankan dengan prinsip asal bahan ada dan pekerjaan jalan. Kualitas konstruksi menjadi taruhan, mengingat bangunan tersebut akan digunakan jangka panjang oleh siswa dan guru.

    Warga mendesak Dinas terkait tidak hanya memeriksa laporan administrasi di atas meja, tetapi turun langsung melakukan audit fisik.

    Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kesesuaian antara anggaran, spesifikasi material, volume pekerjaan, dan kualitas bangunan. Termasuk siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan K3 di lokasi proyek swakelola tersebut.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas teknis terkait maupun dari pihak supplier UD Palentino mengenai standar material yang disuplai.

    Masyarakat berharap Pemkab Samosir segera bertindak. Uang pembangunan adalah uang publik. Jangan sampai anggaran terserap, bangunan berdiri, namun kualitas dan keselamatan kerja justru dikorbankan. (Uji)

    RELATED ARTICLES

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -
    Google search engine

    Most Popular

    Recent Comments